Archive for November, 2008

Nov 10 2008

Butuh"Bencana"Besar untuk mendapatkan"Pemimpin"Besar

Published by under Uncategorized

cahaya pohon

Sejarah mencatat dengan tinta keindahan lewat terpilihnya kembali Obama menjadi Presiden Amerika Serikat ke 44, hampir semua ulasan di media masa menceritakan kemenangan besar ini dan betapa tidak Cuma Amerika yang bergembira dengan terpilihnya Obama, bahkan seluruh dunia ikut bergembira, dan memang kita pantas untuk bergembira.

Dibalik semua ini banyak ulasan mengemuka kenapa Obama dapat terpilih.  Adalah tidak sulit untuk mengulas kenapa Obama bisa terpilih, mulai dari kesiapan pranata sosial budaya di Amerika yang telah dibuka oleh pendahulu kulit hitam di Amerika seperti Jesse James, Malcom X, Martin Luhter King, dan kemudian jalan tersebut mencapai muaranya dengan terpilihnya Obama. Namun, akankah mudah kita mengulas sesuatu yang telah terjadi sebelum sesuatu itu terjadi, sebelum Obama terpilih, masih banyak pikiran skeptis bertebaran yang berakar dari perbedaan warna kulit, dikotomi tua muda, jejak pendapat yang asbun sehingga diperkirakan data dalam jejak pendapat itu tidak mencerminkan pilihan orang yang akan memilih  dan  lainnya .

Dan sejatinya, selayaknya seperti sejarah-sejarah terdahulu, umumnya akan didahului dengan “Bencana” besar bagi suatu wilayah sehingga Tuhan pada akhirnya akan mengirimkan seorang “Nabi “ atau Avatar dan yang sejenisnya untuk membawa cahaya yang terang untuk mengalahkan kelam dan gelapnya bencana itu. Apa yang bisa digunakan sebagai ukuran bahwa seorang Obama bisa dikatagorikan sebagai “Nabi” minimal untuk bangsa Amerika dan bencana apa yang ada di Amerika sehingga harus ada seorang Obama.

Pertama adalah krisis finansial global, penyebabnya dibuat oleh bangsa Amerika dan bangsa Amerikalah yang menanggung resikonya pertama kali dengan runtuhnya perusahaan-perusahaan besar secara kasat mata dan bencana yang tidak kasat mata adalah turunnya kepercayaan terhadap kemampuan Negara Amerika dalam mengelola keuangan dunia. Kedua adalah fakta bahwa dengan bermodalkan “keyakinan” sebagai polisi dunia, Amerika dengan seenaknya menyerang Irak dan Afganistan. Perilaku “Sok Jago” membuat muak dan berakibat tidak nyamannya warga Negara Amerika jika berpergian ke luar negeri, sampai-sampai pelaku Bom Bali I menganggap sah saja apa yang mereka lakukan. Dengan hal ini saja sudah menurunkan derajat Amerika dari Bangsa Besar menjadi bangsa “Barbar”, menjadi Negara yang ditakuti bukan Negara yang dipuji.

Disisi lain, umumnya dimunculkan terlebih  dahulu tokoh Firaun dan Bani Quraish (suku bangsa pendahulu yang mengisi kota  Mekah), Firaun adalah contoh pemimpin sesat yang kesesatan tertingginya adalah mengaku menjadi Tuhan dan berbuat semena-mena, Sedangkan Bani Quraish adalah suku bangsa yang sulit diajak kepada perubahan sampai-sampai Nabi Muhammad Hijrah karena tekanan ekonomi dan ancaman pembunuhan atas dirinya. Sejarah  juga menceritakan bahwa Nabi Musa muncul sebagai seorang “Wakil Tuhan” yang berasal dari lingkaran dalam Firaun, Nabi Musa adalah anak yang Diangkat dan dipelihara oleh Permaisuri Raja firaun, dan Nabi Muhammad adalah bagian dari Bani Quraish, dan juga berasal dari keluarga terhormat dalam kumpulaan Bani Quraish.

Tidak ada niatan untuk menyamakan antara Obama dengan Kebesaran  Nama Nabi Musa dan Nabi Muhammad, yang perlu dipahami adalah bahwa ada sesamaan kejadian kemunculan mereka sebagai pemimpin walau dengan kadar yang tidak akan mungkin sama besar kecilnya. Kesamaan itu adalah bahwa dilingkungan Mereka terjadi “Bencana” yang Besar, sehingga Tuhan dengan Maha Kasih dan Maha Sayangnya menurunkan “Orang –orang terkasihnya” untuk membebaskan Bangsa manusia dari keangkara murkaan.

Nabi Musa dan Nabi Muhammad telah paripurna, telah selesai menjalankan “Misi KeNabiannya”, sedang Obama belum baru akan melangkah dan pasti akan mendapatkan tentangan yang besar pula, banyak kaum mapan tidak ingin terganggu dengan membayar pajak lebih besar dan mendapat keuntungan yang lebih sedikit, kenyamanan dari kemapanan akan membuat sebagian orang untuk berbuat apa saja agar tetap nyaman, bahkan kalau bisa lebih nyaman lagi, walau batas nyaman tidak akan jelas, namun mengejar mimpi “kenyamanan” akan menghasilkan tindakan perlawanan apabila “mimpi” itu terusik, dan kita akan melihat bagaimana Obama akan menjadi “pesakitan”.

Sebagai sebuah renungan, kita akan memasuki masa pemilihan umum, apakah kita sekarang tengah mengalami masa “Bencana”, jika ya maka kita masih dapat berharap bahwa Tuhan akan menurunkan “Orang terkasihnya” untuk menyelamatkan bangsa kita keluar dari “Bencana” ini, dan jika “Bencana” ini kita kategorikan sebagai “Bencana Besar” maka akan ada “Pemimpin Besar” yang akan membawa Negara ini selevel dengan Negara Amerika, Cina, dan India dan negara Eropa lainnya

Ciri pemimpin tersebut mudah untuk lihat, apabila ia berbicara, kita mendengar dengan baik, apabila ia mengajak, kita akan suka rela mengikuti ajakannya, apabila ia tersenyum kita menganggap senyumnya tertuju pada kita, kita tidak akan melihat tangisannya , dan ia tidak akan pernah bersandar pada keadaan, ia akan mampu mengalahkan keadaan sesulit apapun. Nabi Musa mampu membawa bangsa Israil keluar dari perbudakan, Nabi Muhammad mampu membuat suatu wilayah  dan masyarakat yang tidak dianggap menjadi wilayah serta masyarakatnya yang terhormat dan bermartabat, Sukarno mampu membawa Bangsa Indonesia untuk merdeka dan berdaulat.

Pernah ada Nabi dan disusul  dengan Nabi yang lain, pernah ada  seorang JF kennedy, yang membawa Amerika menjadi Negara yang mampu menginjakkan warga negaranya di bulan, disana kini hadir Obama. Pernah ada Seorang Sukarno dan kita masih bisa berharap akan ada seseorang yang akan membawa bangsa kita menjadi Bangsa yang  Besar.

No responses yet